The Persian Mâr-Nâmeh, or The Book for Taking Omens from Snakes

Kitab Ramalan Ular Kuno: Mâr-Nâmeh, Buku untuk Mengambil Tanda dari Ular

Sebuah teks Zoroaster abad ke-15 yang unik, Mâr-Nâmeh, atau "Kitab untuk Mengambil Tanda dari Ular", baru-baru ini dibuka kembali melalui terjemahan George Waters tahun 1892. Teks ini memadukan hari-hari dalam kalender dengan penampakan ular dan tanda-tanda yang terkait, memberikan wawasan tentang sikap orang Persia terhadap ular.

Terletak di Public Domain Review, artikel ini membawa kita kembali ke zaman kuno, di mana ular dianggap memiliki makna yang mendalam dan diyakini dapat membawa pesan dari alam semesta. Dengan mempelajari Mâr-Nâmeh, kita dapat memahami lebih baik bagaimana masyarakat Zoroaster kuno memandang ular dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Kitab ini tidak hanya menarik bagi mereka yang tertarik dengan sejarah dan kebudayaan, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana masyarakat kuno memandang alam dan makhluk di dalamnya. Dengan demikian, Mâr-Nâmeh menjadi sumber yang berharga bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kekayaan pengetahuan dan kearifan dari masa lalu.

Sumber:

Public Domain Review

ارسال یک نظر

0 نظرات