Gulf slave society

Masyarakat Perbudakan di Teluk Persia

Di kota-kota yang kaya di Teluk Persia, terdapat ketergantungan yang besar pada tenaga kerja migran yang bekerja di bawah aturan sponsorship yang ketat. Banyak pekerja migran ini menghadapi eksploitasi yang parah dan memiliki sedikit perlindungan hukum.

Menurut Bernard Freamon, kondisi ini sesuai dengan definisi masyarakat perbudakan yang sebenarnya oleh Moses Finley. Finley, seorang sejarawan terkemuka, mendefinisikan masyarakat perbudakan sebagai sistem di mana sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh budak, dan di mana budak dianggap sebagai komoditas yang dapat dibeli dan dijual.

Di Teluk Persia, sistem sponsorship yang diterapkan oleh pemerintah setempat memungkinkan majikan untuk memiliki kontrol yang besar atas pekerja migran. Pekerja migran ini seringkali dipaksa untuk bekerja dalam kondisi yang buruk, dengan gaji yang rendah dan jam kerja yang panjang. Mereka juga seringkali dikecam dan diancam dengan deportasi jika mereka berani memprotes atau meminta hak-hak mereka.

Kondisi ini telah menyebabkan banyak pekerja migran di Teluk Persia mengalami eksploitasi yang parah, termasuk penipuan, pelecehan, dan bahkan kekerasan fisik. Banyak dari mereka yang juga kehilangan identitas dan hak-hak mereka sebagai manusia, dan dianggap hanya sebagai komoditas yang dapat dibeli dan dijual.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengakui bahwa kondisi di Teluk Persia ini sesuai dengan definisi masyarakat perbudakan yang sebenarnya, dan untuk mengambil tindakan yang efektif untuk melindungi hak-hak pekerja migran dan mengakhiri eksploitasi mereka.

Sumber: aeon.co

ارسال یک نظر

0 نظرات