Hezbollah: Konflik di Lebanon Selatan Menandai Awal 'Kejatuhan Israel'
TEHRAN - Dalam sebuah pidato pada hari Minggu malam, Sekretaris Jenderal Hezbollah, Sheikh Naim Qassem, memperingatkan bahwa drone yang dimiliki oleh gerakan perlawanan "akan terus memantau pasukan rezim Israel, dan tanpa rekaman drone, rezim tersebut tidak akan pernah mengakui kerugian yang mereka alami."
Sheikh Qassem menegaskan bahwa konflik yang terjadi di Lebanon Selatan merupakan awal dari "kejatuhan Israel". Ia menekankan bahwa Hezbollah akan terus menggunakan drone untuk memantau dan menghadapi pasukan Israel, sehingga memperlemah kekuatan militer mereka.
Peringatan ini disampaikan setelah terjadinya konflik di perbatasan Lebanon-Israel, yang menyebabkan beberapa korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Sheikh Qassem menegaskan bahwa Hezbollah akan terus mempertahankan kedaulatan dan keamanan Lebanon, serta melawan upaya Israel untuk mengganggu stabilitas di wilayah tersebut.
Dalam pidatonya, Sheikh Qassem juga menekankan bahwa perlawanan rakyat Lebanon dan gerakan perlawanan lainnya di wilayah tersebut akan terus berlanjut hingga Israel meninggalkan tanah yang diduduki dan menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina.
0 نظرات